Sunday, February 22, 2015

things will get better

https://www.behance.net/gallery/23365453/A-PRAYER-PUPMAG-3

Hidupmu terlalu baik. Jika denganku banyak luka yang harus kamu tutupi. Dan aku tidak mau memberimu cinta yang merepotkan. - falafu
Saya tidak pernah membayangkan akan bertemu dengan seseorang yang padanya bisa saya ceritakan segala hal yang paling buruk yang ada di dalam hidup saya ini. Saya selalu berpikir, dia bisa mencintai saya—tapi mungkin tidak setelah mengenal saya seutuhnya.
Sampai detik ini, belum ada pria yang bisa membuat saya tidak takut terlihat sebagai saya yang sedang menulis tulisan ini. Bukan berarti selama ini saya jadi seseorang yang Palsu. Tidak demikian. Saya hanya tidak menceritakan padanya tentang diri saya yang seutuhnya. Dia hanya saya biarkan mengenal saya sebatas kulitnya saja, tidak pernah saya biarkan masuk terlalu jauh. Ke bagian yang paling pekat.
Itu kenapa, saya masih selalu merasa, saya belum bertemu dengan cinta itu. Ketika saya menemukan yang baik yang ingin melengkapi saya, tidak jarang saya mendorongnya menjauh. Hanya karena saya ingin dia bertemu dengan perempuan yang punya cerita hidup yang lebih baik dari yang saya miliki. 
Stupid me. Yes. 
Karena saya merasa, tidak semua orang pernah punya kisah yang rumit dalam kehidupannya. Tidak semua orang bisa melihat sisi terbaik dari setiap keburukan yang terjadi dalam hidup seseoang. Seandainya pun mereka mampu, belum tentu mereka mau repot-repot melakukannya. Karena itu pasti melelahkan. 

Dan saya tidak ingin membuat pria baik itu lelah menghadapi saya. 

Saya tahu, setiap kali saya memutuskan untuk tidak lagi mencintai seseorang yang sebenarnya saya ingin cintai—saya sedang menusukkan jarum ke dalam hati saya sendiri. Tapi selama ini, luka besar yang sudah saya punya di dalamnya, membuat segala sakit itu tidak lagi cukup menyakiti saya. I'm used to hurt. And I’m okay. And that’s stupid.
I’m sorry Fa, I hurt you a lot.
***
Mungkin ada yang pernah merasakan hal yang sama. Tidak apa. Tidak perlu merasa sendirian. Saya pun pernah mengalaminya, kita selalu bisa menyembuhkan diri kita. Tapi sebelumnya, kita harus menemukan di mana letak luka itu dulu. Ayo temukan luka yang kamu sembunyikan. Lalu terima mereka menjadi bagian dari dirimu, and things will get better.

Wednesday, January 14, 2015

Menyembuhkan diri, menatap langit

Seberapa pun cerahnya harimu berjalan, kamu harus tetap selalu menyimpan payungmu baik-baik. Tak ada yang tahu kapan pastinya hujan turun.

Jadi, hari Jumat minggu lalu saya sempet ngga enak badan, mungkin karena kurang istirahat dan emang cuacanya juga yang lagi ngga bagus badan saya drop. Jumat malam saya sampai ngga siaran dan Sabtu saya tepar di kosan. Saya akuin saya memang termasuk orang yang jarang sakit, jadi sakit sedikit aja saya rasanya selalu pengen cepet-cepet sembuh. Itu kenapa di hari Minggu sore saya mengajak teman kantor saya Masta buat nemenin saya jalan-jalan sore. Kebetulan ada taman bermain di Jogja yang belum lama buka, dan punya bianglala cukup besar, fyi, saya suka banget sama bianglala. Bahkan cuma bianglala di pasar sekaten aja (pasar malam) saya udah seneng banget liatnya. Anak kecil di dalam diri saya langsung lompat-lompat. Walau pun waktu sampai di sana saya lebih banyak duduk, karena baru bediri sebentar aja langsung lemes lagi hahaha. Tapi itu adalah sore yang menyenangkan, yang bikin saya bisa menghadapi hari Senin dengan semangat lagi.

Eniwei saya juga lagi suka banget sama langit Jogja akhir-akhir ini. Bikin saya kangen sama diri saya yang dulu, yang sangat suka berlama-lama memandangi langit, sambil mikirin banyak hal yang lagi memberatkan hidup saya. Dan seperti magic, langit selalu mampu membuat saya merasa lega dan lapang. Selalu berhasil menyembuhkan saya. 

Told you, sunset-nya Jogja lagi super-kece-banget


BIANGLALAAAAAAAAAAAAAAAAA

Itu si Masta, pas dia saya foto, pas ada pesawat lewat :3

Ps: Nama taman bermainnya Sindu Kusuma Edu Park, letaknya di daerah Sleman 

Sunday, December 28, 2014

Mengerti Aku

favim.com

Kau tidak benar-benar mengerti aku, bila kau belum pernah membenciku--lalu tetap mencintaiku lagi setelahnya. - falafu


Kau begitu membuatku benci bila sedang marah, walau tidak sedang marah padaku. Kataku; Marah adalah hal yang melelahkan, satu tingkat lebih melelahkan dari diam. Tapi aku tetap mencitaimu setelahnya. Karena aku mau mencoba mengerti, karena aku memberikanmu kesempatan untuk menjelaskan keadaan. Begitulah cinta bekerja. 

Aku begitu membuatmu benci bila sedang berpura-pura baik-baik saja, walau tidak sedang berpura-pura padamu. Katamu; Berpura adalah hal yang melelahkan, satu tingkat lebih melelahkan dari menangis. Tapi kamu tetap mencintaiku setelahnya. Karena kamu mau mencoba mengerti, karena kamu memberikanku kesempatan untuk menjelaskan keadaan. Begitulah cinta bekerja. 

Kita, tidak pernah membiarkan jari kita saling menunjuk wajah masing-masing dalam pertengkaran. Karena itu adalah hal yang paling menyakitkan. Meninggikan posisi diri dengan menunjuk lebih rendah pada orang di hadapanmu. Orang yang katanya; paling kau mengerti. 

Kita, tidak pernah membiarkan mata kita saling berpaling dari wajah masing-masing dalam pertengkaran. Karena itu adalah hal yang paling menyakitkan. Memalingkan diri dari kenyataan, karena begitu takut menghadapi diri kita yang sebenarnya. Kita yang katanya; akan terus saling mengisi.

Kau yang paling tahu, bahagiaku selalu sederhana. Teruslah ada dan jangan kemana-mana.

"Honey just put your sweet lips on my lips. We could just kiss like real people do." - Hozier