Tuesday, December 01, 2015

Sweet Escape

Kita selalu butuh jeda untuk merasakan atau bahkan melepaskan sesuatu. Dan setiap kali saya membutuhkannya maka saya akan melangkahkan kaki lebih jauh dari yang biasa. Mencoba menemukan kelapangan yang baru, wajah-wajah yang baru, atau bahkan hanya sekedar menikmati sunset dari sudut kota yang berbeda. 
Seperti beberapa waktu yang lalu saat saya dan seorang teman memutuskan untuk bermain ke Candi Ratu Boko, tempat yang katanya, memiliki sunset paling indah di kota Jogja. Dari bagian kota sebelah utara ternyata perjalanan tidak-lah terlalu jauh untuk sampai ke sana. Kami hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit dengan mengendarai kendaraan bermotor. 
And what a surprise, ternyata tempat ini sangat menyenangkan. This place is really fresh and clean! Hal yang, well, dengan berat hati harus diakui bukanlah sesuatu yang mudah ditemui di negara kita. Lokasi rekreasi yang sangat terawat dan menyenangkan untuk dikunjungi. Sebelumnya, ada satu tempat yang sempat membuat saya juga surprise saat berkunjung ke sana, yaitu Museum Ullen Sentalu. Tapi saya tidak terlalu kaget saat itu, karena Museum Ullen Sentalu dikelola secara professional oleh pihak swasta, atau Museum milik pribadi. Museum Ullen Sentalu bangusss banget. Dan bakal sukses bikin kamu happy kalo emang kamu suka segala tentang sejarah kerajaan Jawa. Juga kisah pribadi para putri Jawa. 
Balik lagi ke Candi Ratu Boko, nggak ada salahnya lho buat kamu coba main ke sana, apalagi kalau kamu tinggal di kota Jogja. Nah, satu hal juga yang nggak boleh ketinggalan nih kalo kamu jalan-jalan or having sweet escape. A perfect outfit to acommpany you. Buat kamu yang punya rencana liburan akhir tahun dan belum punya bekal outfit yang mumpuni, kamu bisa banget manfaatin promo terbesar di bulan Desember dari Zalora. Karena diskon fashion terbesar di harbolnas  bisa kamu lihat promonya di sini! Save the date! :D


green green green 

You can see the best sunset here..

smile. cause know one will understand you better than yourself

Candi Ratu Boko up front 

Museum Ullen Sentalu



Tuesday, August 04, 2015

Tuesday Review

Yakuza Apocalypse


Waktu nonton trailernya saya udah ngerasa film ini aneh banget. Dan saya cukup suka nonton film yang agak nyeleneh emang. Saya suka banget sama scoring film ini. Sound effect nya oke banget. Kapan lagi kan kamu nonton film yakuza tapi musuhnya kodok. Hahahha.. Buat yang nggak biasa nonton film Jepang sih nggak disaranin. Tapi buat yang doyan, you should watch this one. Salah satu film action Asia yang menghibur tahun ini. 


Ju-on 4: The Final Curse



Banyak yang sempet bilang kalo film ini enggak begitu oke. Tapi ternyata setelah nyoba nonton, keluar dari bioskop langsung ngerasa film hantu Hollywood nggak ada apa-apanya. Walau pun kalo menurut saya pribadi sih, Ju-On 3 masih lebih serem. Sayangnya pas Ju-On 3 tayang, kota saya Jogja belum punya jaringan bioskop yang memutar film ini, jadinya masih nonton via laptop. Ju-on 4 ini punya cerita yang nyambung sama Ju-on 3, karena tokoh utama di film ini adalah tokoh kakak yang mencari adiknya yang hilang, nah adiknya ini adalah tokoh utama di film Ju-on 3. Jadi saya saranin sih, nonton dulu yang film ketiganya ya.


Paper Planes
















Saya nonton film ini sendirian di bioskop. I mean, bukan cuma ke bioskopnya yang sendirian, tapi saya juga duduk sendirian di studio bioskopnya. Hahaha, seumur hidup baru sekali ngerasain nonton yang beneran sendirian. The Paper Planes ini bercerita tentang seorang anak laki-laki yang punya mimpi jadi juara dunia kejuaraan Paper Planes. Itu lho, nerbangin pesawat dari kertas lipat. Filmnya sendiri tipikal film festival, jadi temponya agak lambat. Waktu nonton saya lagi kangen banget sama mama saya, dan kebetulan tokoh utama di film ini juga baru ditinggal mamanya meninggal. Saya nangis waktu part dia lagi telpon ayahnya, dan ternyata temen cowok saya juga nangis di part yang sama waktu nonton. So, saya bukan cuma lagi kebawa perasaan aja ya hehehe.


Little Big Master




Film ini bisa dibilang film Laskar Pelangi-nya Taiwan. Karena nyeritain sekolah yang bangkrut dan kekurangan murid buat bertahan. Secara bangga saya bisa bilang kalo Laskar Pelangi masih lebih baik. Walau pun, Little Big Master ini juga ngga bisa dinilai jelek. Saya nangis (iya cengeng emang) di beberapa bagiannya. Film ini mengingatkan saya bahwa menjadi manusia baik adalah pilihan. Siapa pun punya kesempatan yang sama untuk menjadi baik atau buruk. Saya suka sekali akting semua anak kecil di film ini, khususnya aktris lokalnya. Mereka pinter banget nangis. So far, You Are The Apple of My Eye masih jadi film Taiwan yang paling membekas di ingatan saya. Belum ada yang ngalahin.


Maggie



















Setelah saya selesai nonton film ini, saya baru nyadar kalo ternyata salah satu tokoh utamanya adalah anak kecil yang dulu main di salah satu film drama comedy favorit saya, Little Miss Sunshine. Dia adalah Abigail Breslin. Maggie ini film zombie. Tapi beda dari film zombie lain yang penuh perang dan darah, film Maggie ini justru lebih milih angle drama buat ceritanya. Saya suka banget sama tone film ini di layar. Baguss banget. Dan juga, saya nggak pernah ngeliat Arnold dengan karakter se-drama ini.


Perfect Proposal

















Saya juga nonton film ini sendirian di bioskop. Walau pun (alhamdulillah) enggak sendirian-sendirian amat di dalem studio. Ada 5 orang lain yang nonton bareng saya. Saya enggak begitu terkesan sama film ini soalnya ceritanya ketebak sama saya. Mungkin, ini karena saya kebanyakan nonton film Thriller. Banyak film thriller lain yang jauh lebih oke. Tapi secara gambar, Korea udah semakin bagus. Akting aktris dan aktornya juga semakin baik. Film ini bercerita tentang seorang perempuan Korea yang terlilit hutang, dan harus bekerja di sebuah bar di Macau.


Little Manhattan

















Oh well, saya sukaaaa banget sama film ini. Waktu posting di instagram pun saya sampai bilang kalo film ini jauh lebih keren dibanding 500 days of Summer (film drama kesukaannya sejuta umat). Yang bikin film ini jadi spesial adalah karena tokohnya anak-anak. Anak-anak tapi berhasil bikin orang seumur saya ngerasa ketampar bolak-balik. Film ini juga lucu. Bahkan romantis banget di beberapa bagian. Film ini juga bikin saya kangen sama film Flipped. Kalau kamu belum nonton, kamu harus coba berarti.


Keith 






















Dulu banget, saya sempet ngefans sama Jesse McCartney, makanya walau awalnya sempet agak males nonton film ini (karena ini film lama) akhirnya saya tonton juga minggu kemarin. And surprisingly this movie is so great. Saya bahkan jatuh hati banget sama tokoh Keith yang diperanin sama Jesse. He's such a good actor. Sayangnya dia sekarang udah jarang main film. Karier musiknya juga masih biasa aja. Film ini bercerita tentang Keith yang punya penyakit mental dan juga psikis, secara iseng dia ngedeketin temennya waktu SD. Kelakuan Keith yang nyentrik dan aneh bikin film ini jadi menarik buat ditonton. Saya juga suka banget sama scripting nya. Beberapa dialognya keren banget.

Monday, August 03, 2015

Kita


Aku cerewet, aku tak ingin membuatmu lelah mendengarkanku
Aku ceroboh, aku tak ingin membuatmu lelah mengingatkanku
Aku cengeng, aku tak ingin membuatmu lelah menghiburku
Aku rapuh, aku tak ingin membuatmu lelah menguatkanku

Ini bukan tentang siapa yang lebih mampu melengkapi kelemahan
Ini bukan tentang siapa yang lebih bersedia mencintai kekurangan
Ini tentang aku yang menyayangimu, dan terlalu khawatir
Ini tentang aku yang menyayangimu, dan terlalu sayang

Kita bukan hanya aku. Karena setiap masalah yang akan dihadapi, selalu menjadi kita.
Kita bukan hanya kamu. Karena setiap kebohongan yang coba digenggam, selalu menjadi kita.

Aku menyayangimu, tapi aku tak ingin kamu lelah menyayangiku
Aku tahu kamu menyayangiku, maka bicaralah tentang kelelahanmu
Biar kita coba jalani segalanya berdua
Biar tak ada yang merasa lebih banyak berusaha
Karena kita, adalah kamu dan aku

Fa

#AgustusMenulis