Tuesday, March 24, 2015

Hingga Akhir

@yaysuh

Saya tidak memikirkanmu di setiap waktu. Saya memikirkanmu di setiap doa. - falafu

Aku ingin bisa menyayangimu dengan baik.
Memberimu cinta yang tidak membuatmu kehilangan dirimu sendiri. Aku tidak ingin menjadi istri yang mempermasalahkan warna kemeja yang kamu pilih. Aku tidak ingin menjadi istri yang mempermasalahkan siapa yang lebih banyak mengalah pada siapa. Aku juga tidak ingin menjadi ibu yang harus bicara lantang, hanya agar didengarkan oleh anak-anak kita. Kita akan membesarkan mereka tanpa memberi mereka ketakutan pada hidup ini. Berjanjilah padaku.

Aku ingin bisa menyayangimu dengan baik.
Memberimu cinta yang tidak membuatmu lupa bahwa kamu sedang dicintai. Bahwa kamu punya rumah yang selalu menunggumu pulang. Bahwa kita selalu memiliki jeda yang bisa kita bagi saat bersama di dalamnya. Becerita tentang seberapa banyak manusia menyebalkan yang kamu temui hari ini, dan berapa jumlah lampu merah yang membuatmu lututmu lelah. Lalu aku akan bercerita tentang kesempatanku cemberut saat harus mencuci ulang jemuran, karena hujan yang turun saat aku sedang terlelap tidur siang bersama anak kita. Aku ingin kamu tahu, bahwa aku adalah ibu rumah tangga yang berbahagia dengan pilihan hidupnya.

Aku ingin bisa menyayangimu dengan baik.
Memberimu cinta yang tidak membuatmu lupa bahwa terkadang mengecewakan adalah bagian dari upaya kita bertahan hidup. Bahwa kamu punya aku yang akan tetap mencintaimu walau dalam kemarahanku yang paling pekat. Bahwa kita akan punya waktu untuk saling mengatakan hal buruk yang semestinya diungkapkan. Bahwa kita akan saling belajar memahami, bahwa ada kejujuran yang pahit saat ditelan—namun kita akan menelannya selayaknya obat. Saat kamu pulang kerja terlalu larut dan aku terlalu lelah untuk memakluminya. Dan saat kita berbohong untuk sesuatu yang tidak semestinya dilakukan. Hari di mana kita mengingat bahwa manusia, pada akhirnya hanyalah manusia.

Aku ingin bisa menyayangimu dengan baik. Memberimu cinta yang tidak membuatmu lupa bahwa memaafkan adalah sebenarnya cinta yang bisa kita bagi. Hinga akhir.


fa.

Sunday, February 22, 2015

things will get better

https://www.behance.net/gallery/23365453/A-PRAYER-PUPMAG-3

Hidupmu terlalu baik. Jika denganku banyak luka yang harus kamu tutupi. Dan aku tidak mau memberimu cinta yang merepotkan. - falafu
Saya tidak pernah membayangkan akan bertemu dengan seseorang yang padanya bisa saya ceritakan segala hal yang paling buruk yang ada di dalam hidup saya ini. Saya selalu berpikir, dia bisa mencintai saya—tapi mungkin tidak setelah mengenal saya seutuhnya.
Sampai detik ini, belum ada pria yang bisa membuat saya tidak takut terlihat sebagai saya yang sedang menulis tulisan ini. Bukan berarti selama ini saya jadi seseorang yang Palsu. Tidak demikian. Saya hanya tidak menceritakan padanya tentang diri saya yang seutuhnya. Dia hanya saya biarkan mengenal saya sebatas kulitnya saja, tidak pernah saya biarkan masuk terlalu jauh. Ke bagian yang paling pekat.
Itu kenapa, saya masih selalu merasa, saya belum bertemu dengan cinta itu. Ketika saya menemukan yang baik yang ingin melengkapi saya, tidak jarang saya mendorongnya menjauh. Hanya karena saya ingin dia bertemu dengan perempuan yang punya cerita hidup yang lebih baik dari yang saya miliki. 
Stupid me. Yes. 
Karena saya merasa, tidak semua orang pernah punya kisah yang rumit dalam kehidupannya. Tidak semua orang bisa melihat sisi terbaik dari setiap keburukan yang terjadi dalam hidup seseoang. Seandainya pun mereka mampu, belum tentu mereka mau repot-repot melakukannya. Karena itu pasti melelahkan. 

Dan saya tidak ingin membuat pria baik itu lelah menghadapi saya. 

Saya tahu, setiap kali saya memutuskan untuk tidak lagi mencintai seseorang yang sebenarnya saya ingin cintai—saya sedang menusukkan jarum ke dalam hati saya sendiri. Tapi selama ini, luka besar yang sudah saya punya di dalamnya, membuat segala sakit itu tidak lagi cukup menyakiti saya. I'm used to hurt. And I’m okay. And that’s stupid.
I’m sorry Fa, I hurt you a lot.
***
Mungkin ada yang pernah merasakan hal yang sama. Tidak apa. Tidak perlu merasa sendirian. Saya pun pernah mengalaminya, kita selalu bisa menyembuhkan diri kita. Tapi sebelumnya, kita harus menemukan di mana letak luka itu dulu. Ayo temukan luka yang kamu sembunyikan. Lalu terima mereka menjadi bagian dari dirimu, and things will get better.

Wednesday, January 14, 2015

Menyembuhkan diri, menatap langit

Seberapa pun cerahnya harimu berjalan, kamu harus tetap selalu menyimpan payungmu baik-baik. Tak ada yang tahu kapan pastinya hujan turun.

Jadi, hari Jumat minggu lalu saya sempet ngga enak badan, mungkin karena kurang istirahat dan emang cuacanya juga yang lagi ngga bagus badan saya drop. Jumat malam saya sampai ngga siaran dan Sabtu saya tepar di kosan. Saya akuin saya memang termasuk orang yang jarang sakit, jadi sakit sedikit aja saya rasanya selalu pengen cepet-cepet sembuh. Itu kenapa di hari Minggu sore saya mengajak teman kantor saya Masta buat nemenin saya jalan-jalan sore. Kebetulan ada taman bermain di Jogja yang belum lama buka, dan punya bianglala cukup besar, fyi, saya suka banget sama bianglala. Bahkan cuma bianglala di pasar sekaten aja (pasar malam) saya udah seneng banget liatnya. Anak kecil di dalam diri saya langsung lompat-lompat. Walau pun waktu sampai di sana saya lebih banyak duduk, karena baru bediri sebentar aja langsung lemes lagi hahaha. Tapi itu adalah sore yang menyenangkan, yang bikin saya bisa menghadapi hari Senin dengan semangat lagi.

Eniwei saya juga lagi suka banget sama langit Jogja akhir-akhir ini. Bikin saya kangen sama diri saya yang dulu, yang sangat suka berlama-lama memandangi langit, sambil mikirin banyak hal yang lagi memberatkan hidup saya. Dan seperti magic, langit selalu mampu membuat saya merasa lega dan lapang. Selalu berhasil menyembuhkan saya. 

Told you, sunset-nya Jogja lagi super-kece-banget


BIANGLALAAAAAAAAAAAAAAAAA

Itu si Masta, pas dia saya foto, pas ada pesawat lewat :3

Ps: Nama taman bermainnya Sindu Kusuma Edu Park, letaknya di daerah Sleman