Tuesday, August 04, 2015

Tuesday Review

Yakuza Apocalypse


Waktu nonton trailernya saya udah ngerasa film ini aneh banget. Dan saya cukup suka nonton film yang agak nyeleneh emang. Saya suka banget sama scoring film ini. Sound effect nya oke banget. Kapan lagi kan kamu nonton film yakuza tapi musuhnya kodok. Hahahha.. Buat yang nggak biasa nonton film Jepang sih nggak disaranin. Tapi buat yang doyan, you should watch this one. Salah satu film action Asia yang menghibur tahun ini. 


Ju-on 4: The Final Curse



Banyak yang sempet bilang kalo film ini enggak begitu oke. Tapi ternyata setelah nyoba nonton, keluar dari bioskop langsung ngerasa film hantu Hollywood nggak ada apa-apanya. Walau pun kalo menurut saya pribadi sih, Ju-On 3 masih lebih serem. Sayangnya pas Ju-On 3 tayang, kota saya Jogja belum punya jaringan bioskop yang memutar film ini, jadinya masih nonton via laptop. Ju-on 4 ini punya cerita yang nyambung sama Ju-on 3, karena tokoh utama di film ini adalah tokoh kakak yang mencari adiknya yang hilang, nah adiknya ini adalah tokoh utama di film Ju-on 3. Jadi saya saranin sih, nonton dulu yang film ketiganya ya.


Paper Planes
















Saya nonton film ini sendirian di bioskop. I mean, bukan cuma ke bioskopnya yang sendirian, tapi saya juga duduk sendirian di studio bioskopnya. Hahaha, seumur hidup baru sekali ngerasain nonton yang beneran sendirian. The Paper Planes ini bercerita tentang seorang anak laki-laki yang punya mimpi jadi juara dunia kejuaraan Paper Planes. Itu lho, nerbangin pesawat dari kertas lipat. Filmnya sendiri tipikal film festival, jadi temponya agak lambat. Waktu nonton saya lagi kangen banget sama mama saya, dan kebetulan tokoh utama di film ini juga baru ditinggal mamanya meninggal. Saya nangis waktu part dia lagi telpon ayahnya, dan ternyata temen cowok saya juga nangis di part yang sama waktu nonton. So, saya bukan cuma lagi kebawa perasaan aja ya hehehe.


Little Big Master




Film ini bisa dibilang film Laskar Pelangi-nya Taiwan. Karena nyeritain sekolah yang bangkrut dan kekurangan murid buat bertahan. Secara bangga saya bisa bilang kalo Laskar Pelangi masih lebih baik. Walau pun, Little Big Master ini juga ngga bisa dinilai jelek. Saya nangis (iya cengeng emang) di beberapa bagiannya. Film ini mengingatkan saya bahwa menjadi manusia baik adalah pilihan. Siapa pun punya kesempatan yang sama untuk menjadi baik atau buruk. Saya suka sekali akting semua anak kecil di film ini, khususnya aktris lokalnya. Mereka pinter banget nangis. So far, You Are The Apple of My Eye masih jadi film Taiwan yang paling membekas di ingatan saya. Belum ada yang ngalahin.


Maggie



















Setelah saya selesai nonton film ini, saya baru nyadar kalo ternyata salah satu tokoh utamanya adalah anak kecil yang dulu main di salah satu film drama comedy favorit saya, Little Miss Sunshine. Dia adalah Abigail Breslin. Maggie ini film zombie. Tapi beda dari film zombie lain yang penuh perang dan darah, film Maggie ini justru lebih milih angle drama buat ceritanya. Saya suka banget sama tone film ini di layar. Baguss banget. Dan juga, saya nggak pernah ngeliat Arnold dengan karakter se-drama ini.


Perfect Proposal

















Saya juga nonton film ini sendirian di bioskop. Walau pun (alhamdulillah) enggak sendirian-sendirian amat di dalem studio. Ada 5 orang lain yang nonton bareng saya. Saya enggak begitu terkesan sama film ini soalnya ceritanya ketebak sama saya. Mungkin, ini karena saya kebanyakan nonton film Thriller. Banyak film thriller lain yang jauh lebih oke. Tapi secara gambar, Korea udah semakin bagus. Akting aktris dan aktornya juga semakin baik. Film ini bercerita tentang seorang perempuan Korea yang terlilit hutang, dan harus bekerja di sebuah bar di Macau.


Little Manhattan

















Oh well, saya sukaaaa banget sama film ini. Waktu posting di instagram pun saya sampai bilang kalo film ini jauh lebih keren dibanding 500 days of Summer (film drama kesukaannya sejuta umat). Yang bikin film ini jadi spesial adalah karena tokohnya anak-anak. Anak-anak tapi berhasil bikin orang seumur saya ngerasa ketampar bolak-balik. Film ini juga lucu. Bahkan romantis banget di beberapa bagian. Film ini juga bikin saya kangen sama film Flipped. Kalau kamu belum nonton, kamu harus coba berarti.


Keith 






















Dulu banget, saya sempet ngefans sama Jesse McCartney, makanya walau awalnya sempet agak males nonton film ini (karena ini film lama) akhirnya saya tonton juga minggu kemarin. And surprisingly this movie is so great. Saya bahkan jatuh hati banget sama tokoh Keith yang diperanin sama Jesse. He's such a good actor. Sayangnya dia sekarang udah jarang main film. Karier musiknya juga masih biasa aja. Film ini bercerita tentang Keith yang punya penyakit mental dan juga psikis, secara iseng dia ngedeketin temennya waktu SD. Kelakuan Keith yang nyentrik dan aneh bikin film ini jadi menarik buat ditonton. Saya juga suka banget sama scripting nya. Beberapa dialognya keren banget.

Monday, August 03, 2015

Kita


Aku cerewet, aku tak ingin membuatmu lelah mendengarkanku
Aku ceroboh, aku tak ingin membuatmu lelah mengingatkanku
Aku cengeng, aku tak ingin membuatmu lelah menghiburku
Aku rapuh, aku tak ingin membuatmu lelah menguatkanku

Ini bukan tentang siapa yang lebih mampu melengkapi kelemahan
Ini bukan tentang siapa yang lebih bersedia mencintai kekurangan
Ini tentang aku yang menyayangimu, dan terlalu khawatir
Ini tentang aku yang menyayangimu, dan terlalu sayang

Kita bukan hanya aku. Karena setiap masalah yang akan dihadapi, selalu menjadi kita.
Kita bukan hanya kamu. Karena setiap kebohongan yang coba digenggam, selalu menjadi kita.

Aku menyayangimu, tapi aku tak ingin kamu lelah menyayangiku
Aku tahu kamu menyayangiku, maka bicaralah tentang kelelahanmu
Biar kita coba jalani segalanya berdua
Biar tak ada yang merasa lebih banyak berusaha
Karena kita, adalah kamu dan aku

Fa

#AgustusMenulis





Sunday, August 02, 2015

Dear you

Dear you,

Keith & Natalie


Keith: So, you don't remember?
Natalie: What?
Keith: Well, I sit behind you in the sixth grade play, you were the princess and I was Russian Soldier
Natalie: Don't remember that
Keith: Of course not. A princess never remembers the little people
***

Hari ini aku nonton film judulnya Keith. Film lama sayang, yang main Jesse McCartney. Itu loh yang nyanyi beautiful soul. Dia masih imut banget. Eniwei, ada satu kalimat yang sering dia ucapin berulang-ulang di film Keith. Dia bilang, "Langit adalah batasnya, kan?"

Itu emang kalimat biasa. Cuma terdiri dari kata Langit, Adalah dan Batas. Tapi aku kaya baru denger kalimat itu pertamakalinya di sepanjang hidupku. Karena dari kecil, aku cuma pernah denger kalau "Di atas langit, masih ada langit."

Karena langit itu nggak ada ujungnya. Itu kata tv yang dulu sering aku tonton, itu kata tetangga aku, itu kata orang-orang di rumah. Itu kata mereka yang bahkan nggak aku kenal. Bahwa langit itu nggak ada ujungnya.

Tapi sayang, Keith, dia selalu bilang "Langit adalah batasanya, kan?". Mikirin kalimat ini, nggak tau kenapa bikin aku sedih. Bukan sedih yang gimana-gimana, tapi tiba-tiba aja aku kepikiran, kalo yang dibilang Keith ada benernya juga. Selalu ada batasan untuk segala sesuatu. Segala hal, bisa jadi nggak baik kalau kelewat batas. Sometimes. Sebagai manusia, kita perlu tahu diri.

Oh iya, si Keith ini pinter loh sayang. Dia pinter, baik dan cool banget. Dia nggak pernah peduli apa yang oranglain pikirin tentang dia. Dia selalu jadi dirinya sendiri. Dia pinter ngerakit truk, dia pinter ngejain tugas kimia, dia suka banget senyum. Tapi dia juga suka bohong dan pemarah. Karena pikirannya nggak stabil. Iya. Dia depresi. Nggak tau kenapa. Mungkin karena ibunya udah meninggal. Mungkin karena dia anak satu-satunya. Mungkin karena dia cuma tinggal berdua sama bapaknya di rumah. Hidup emang suka gitu.

Setiap manusia selalu punya hal 'nggak pantas' di mata oranglain. Selalu, dan selalu ada yang dipandang nggak pas dan harus disayangkan.

"Cantik sih, tapi sayang bego."

"Kaya sih, tapi sayang nggak punya attitude."

"Pinter sih, tapi sayang jelek."

"Keren sih, tapi sayang sombong."

Yah, begitulah hidup, Sayang. Padahal ya nggak ada aturannya juga orang cantik itu kudu pinter, atau orang keren nggak boleh sombong. Hidup kan ya hidup mereka. Bukan kita yang jalanin. Bukan hak kita buat menilai.

Keith bilang, kita punya truk kuning, dan kita punya jalan yang terbentang di hadapan kita. Nothing but oppotunities. 

So, don't let anybody tell you where you wanna go.

I know you're not perfect, but please don't be someone who you don't want to be.

Bye Sayang. Take care of your self, okay.


Fa


#AgustusMenulis