Monday, August 03, 2015

Kita


Aku cerewet, aku tak ingin membuatmu lelah mendengarkanku
Aku ceroboh, aku tak ingin membuatmu lelah mengingatkanku
Aku cengeng, aku tak ingin membuatmu lelah menghiburku
Aku rapuh, aku tak ingin membuatmu lelah menguatkanku

Ini bukan tentang siapa yang lebih mampu melengkapi kelemahan
Ini bukan tentang siapa yang lebih bersedia mencintai kekurangan
Ini tentang aku yang menyayangimu, dan terlalu khawatir
Ini tentang aku yang menyayangimu, dan terlalu sayang

Kita bukan hanya aku. Karena setiap masalah yang akan dihadapi, selalu menjadi kita.
Kita bukan hanya kamu. Karena setiap kebohongan yang coba digenggam, selalu menjadi kita.

Aku menyayangimu, tapi aku tak ingin kamu lelah menyayangiku
Aku tahu kamu menyayangiku, maka bicaralah tentang kelelahanmu
Biar kita coba jalani segalanya berdua
Biar tak ada yang merasa lebih banyak berusaha
Karena kita, adalah kamu dan aku

Fa

#AgustusMenulis





Sunday, August 02, 2015

Dear you

Dear you,

Keith & Natalie


Keith: So, you don't remember?
Natalie: What?
Keith: Well, I sit behind you in the sixth grade play, you were the princess and I was Russian Soldier
Natalie: Don't remember that
Keith: Of course not. A princess never remembers the little people
***

Hari ini aku nonton film judulnya Keith. Film lama sayang, yang main Jesse McCartney. Itu loh yang nyanyi beautiful soul. Dia masih imut banget. Eniwei, ada satu kalimat yang sering dia ucapin berulang-ulang di film Keith. Dia bilang, "Langit adalah batasnya, kan?"

Itu emang kalimat biasa. Cuma terdiri dari kata Langit, Adalah dan Batas. Tapi aku kaya baru denger kalimat itu pertamakalinya di sepanjang hidupku. Karena dari kecil, aku cuma pernah denger kalau "Di atas langit, masih ada langit."

Karena langit itu nggak ada ujungnya. Itu kata tv yang dulu sering aku tonton, itu kata tetangga aku, itu kata orang-orang di rumah. Itu kata mereka yang bahkan nggak aku kenal. Bahwa langit itu nggak ada ujungnya.

Tapi sayang, Keith, dia selalu bilang "Langit adalah batasanya, kan?". Mikirin kalimat ini, nggak tau kenapa bikin aku sedih. Bukan sedih yang gimana-gimana, tapi tiba-tiba aja aku kepikiran, kalo yang dibilang Keith ada benernya juga. Selalu ada batasan untuk segala sesuatu. Segala hal, bisa jadi nggak baik kalau kelewat batas. Sometimes. Sebagai manusia, kita perlu tahu diri.

Oh iya, si Keith ini pinter loh sayang. Dia pinter, baik dan cool banget. Dia nggak pernah peduli apa yang oranglain pikirin tentang dia. Dia selalu jadi dirinya sendiri. Dia pinter ngerakit truk, dia pinter ngejain tugas kimia, dia suka banget senyum. Tapi dia juga suka bohong dan pemarah. Karena pikirannya nggak stabil. Iya. Dia depresi. Nggak tau kenapa. Mungkin karena ibunya udah meninggal. Mungkin karena dia anak satu-satunya. Mungkin karena dia cuma tinggal berdua sama bapaknya di rumah. Hidup emang suka gitu.

Setiap manusia selalu punya hal 'nggak pantas' di mata oranglain. Selalu, dan selalu ada yang dipandang nggak pas dan harus disayangkan.

"Cantik sih, tapi sayang bego."

"Kaya sih, tapi sayang nggak punya attitude."

"Pinter sih, tapi sayang jelek."

"Keren sih, tapi sayang sombong."

Yah, begitulah hidup, Sayang. Padahal ya nggak ada aturannya juga orang cantik itu kudu pinter, atau orang keren nggak boleh sombong. Hidup kan ya hidup mereka. Bukan kita yang jalanin. Bukan hak kita buat menilai.

Keith bilang, kita punya truk kuning, dan kita punya jalan yang terbentang di hadapan kita. Nothing but oppotunities. 

So, don't let anybody tell you where you wanna go.

I know you're not perfect, but please don't be someone who you don't want to be.

Bye Sayang. Take care of your self, okay.


Fa


#AgustusMenulis

Saturday, August 01, 2015

Patah hati itu berkah



If you're afraid to ask, is he or she loves you or not, then you just don't love him or her enough. Love is capable doing everything. - Fa

Saya sering sekali menerima pertanyaan; 

Kak Fa, salah enggak sih aku nunggu orang selama 5 tahun? Salah enggak sih kalau aku susah banget move-on? Salah enggak sih kalau aku suka sama temen deketku sendiri? Salah enggak sih kalau aku suka sama seseorang yang beda keyakinan? Salah enggak sih kalau bla bla bla... 

Saya kerap tersenyum sendiri. Karena biasanya, pertanyaan soal perasaan yang dimulai dengan kalimat 'salah nggak sih' ya sebenarnya diajukan oleh seseorang yang sebenarnya sudah tahu, kalau apa yang sedang dia lakukan adalah hal yang keliru. 

Kamu tahu, apabila segala yang kita inginkan bisa seketika terjadi, maka banyak orang yang sudah bunuh diri karena bosan. Segala ketidak pastian lah yang membuat hidup kita terasa lebih menarik. Think about it.

Setiap kali ada yang curhat pada saya soal kedekatannya dengan seseorang, saya selalu bilang; kamu harus punya batas waktu untuk dirimu sendiri menunggu dia mengatakan cintanya. Kalau sampai batas itu habis dia belum juga menyatakan, maka giliranmu menyatakan sudah tiba.

TAPI KAK, NYATAIN CINTA TUH ENGGAK SEGAMPANG ITU. KALO DIA NGGAK SUKA BALIK GIMANA? KAN MALU!

Seriously? Kamu malu karena dia tidak menerima sayangmu yang tulus itu?
Seriously? Kamu malu karena akhirnya kamu berani menyatakan perasaanmu?

Don't be darling.. 

Tidak ada yang memalukan untuk sebuah sayang tulus yang kamu perjuangkan. Bila dia mengatakan bahwa dia tidak punya niatan untuk menyayangimu kembali, maka itu bukanlah salahmu. Bukan pula salahnya. Kalian hanya tidak diciptakan untuk saling mengisi. Dan Tuhan pasti punya alasan terbaik untuk itu semua.

Kamu seharusnya justru malu, jika hanya berkutat selama bertahun-tahun, memendam perasaan untuk seseorang yang selalu berada di dekatmu. Sedang sebenarnya, kamu bisa menghabiskan waktu bertahun-tahun itu untuk bertemu orang lain (yang mungkin saja lebih kece) yang bersedia menyayangimu kembali--karena ternyata orang yang bertahun-tahun kamu sayangi diam-diam itu sebenarnya tidak punya sedikit pun niat untuk belajar mencintaimu. DANG!

Sayang beneran enggak? Kalau sayang beneran ya katakan. Kalau ternyata sayangmu hanya bertepuk sebelah tangan, siapkanlah waktu untuk patah hati, lalu kembalilah menjalani hidupmu. Buka hati kembali untuk seseorang lain, yang sudah dipersiapkan Tuhan untuk kamu temukan. Bukan berada di dalam labirin harapan yang tak berujung.

Patah hati untuk seseorang yang sudah kamu perjuangkan adalah sebuah berkah. Daripada patah hati untuk orang yang bahkan tidak tahu kalau kamu menyayanginya. Ye nggak? ;p

#AgustusMenulis